2/27/2017

Kisah Raja Faisal Mengunjungi Indonesia Tahun Silam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Baca Juga

AA Sciences, Aldi Andreansyah - Kisah Raja Arab Faisal, Kisah Raja Faisal Mengunjungi Indonesia, Kisah Raja Faisal Mengunjungi Indonesia Silam, Kisah Raja Faisal Mengunjungi Indonesia Tahun Silam.


Raja Faisal Mengunjungi Indonesia Tahun Silam
Kisah Raja Faisal Mengunjungi Indonesia Tahun Silam - Setelah usai sudah nya Raja Arab Saudi yakni Raja Faisal biasa akrab dipanggil yang dimana akan memberangkati wilayah Indonesia, adanya Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi menuju ke negara Indonesia pun menjadi kunjungan dan panutan bagi bangsa Indonesia. Raja Salman yang menjadi raja Arab Saudi kedua yang merupakan salah satu Raja yang berkunjung ke Indonesia setelah Raja Faisal Ibn Abdul Aziz As Saud pada 47 tahun silam.

Raja Faisal berkunjung ke Indonesia pada hari Rabu tanggal 10 bulan 06 tahun 1970 (10-06-1970). Dengan adanya Kedatangan Raja Faisal di Indonesia sangat lah cukup meriah sehingga disambut pula oleh Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto di Istana Merdeka, Jakarta yang dimana tahun/massa tersebut masih nya dipimpin oleh presiden Soeharto.

Setelah mereka Berjumpa berdua yakni Raja Faisal dan Presiden Soeharto pun akhirnya melakukan berjabat tangan untuk mempererat silaturahmi, Tidak hanya itu tidak lama kemudian pun Presiden Soeharto pun membimbing tamunya yakni Raja Faisal terutama untuk berkunjung ke salah satu ruangan tertentu yakni ruangan kepresidenan. Setiba di ruangan kepresidenan tersebut akhirnya mereka pun duduk bersama-sama yang dimana terletak di kursi panjang, sementara itu untuk Ibu Tien di beri tempat duduk di kursi lainnya yakni dekat Presiden.

Tidak lama nya selang nya waktu Percakapan pun terdapat di ruangan tersebut yang dimana menghabiskan waktu yang berlangsung lebih dari setengah jam itu antara lain terdapat menteri², pejabat, Duta, Rombongan tertentu yang dimana diikuti oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi H. Aminudin Aziz, Menteri Negara Idham chalid, dan rombongan Raja Faisal.

Pada Malam tersebut khususnya Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto mengadakan jamuan makan malam antar kenegaraan untuk menghormati dan menjalin silaturahmi antar kunjungan Raja Faisal tersebut. Disamping itu Presiden Soeharto pun mengemukakan mengenai sikap pemerintah Indonesia yang sepenuhnya berdiri di pihak bangsa Arab dalam perjuangan nya melawan Israel.

Presiden Soeharto pun menyatakan bahwa negara Indonesia setidaknya sudah mengusahakan dengan segala jalan dan melalui berbagai forum agar Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1967 dilaksanakan konsekuensi sepenuhnya. Indonesia pun juga berusaha agar hasil-hasil Konferensi Jeddah yang di prakarsai oleh Raja Faisal tersebut dapat berjalan serta terlaksana nya demi penyelesaian krisis pada Timur Tengah.

Dalam pidato tersebut ternyata Raja Faisal pun memberi kan pendapat mengenai hal menyatakan bahwa sikap Indonesia yang jelas memihak Arab dalam perjuangannya tidak ada yang sanggup mengingkari. Hubungan antara kedua negara terus diperkuat dan dikembangkan. Sebab hubungan yang telah terjalin ini bukan hanya pada saat terakhir ini, tetapi merupakan tradisi yang didasarkan atas kepercayaan kepada Allah SWT dan Rasulullah.

Setelah selesai nya acara memajuan nya makan malam tersebut, akhirnya terdapat aktivitas yang akan diadakan nya yakni tukar-menukar cenderamata. Disamping itu Presiden Soeharto pun memberikan sebilah keris dan seekor macan yang dimana sudah terawetkan, tidak berbeda dengan Presiden Soeharto ternyata Raja Faisal pun serupa yakni Raja Faisal memberikan sebilah pedang Arab yang dimana terdapat disepuh dengan emas.

Setelah melakukan pertukaran Cenderamata Keesokan harinya pun, tepatnya pada Kamis tangal 11 bulan 06 tahun 1970 (11-6-1970), Presiden Soeharto dan Raja Faisal pun mengadakan nya sebuah perundingan yang dimana acara tersebut berlangsung berbeda pada sebelumnya yakni setengah jam sehingga menghabiskan waktu yakni selama satu setengah jam di Istana Merdeka. Namun tidak hanya itu kedua pemimpin (Presiden Soeharti dan Raja Faisal) ternyata sudah nya membahas masalah krisis Timur Tengah.

Dalam pertemuan nya tersebut Presiden Soeharto akhirnya telah menegaskan kembali mengenai sokongan nya antar Negara Indonesia terhadap perjuangan nya Negara Arab tersebut. Setelah melakukan kegiatan Perundingan tersebut, acara tersebut pun cukup menyentuh nya antar masalah hubungan ekonomi antar kedua negara tersebut.

Pada akhirnya, Akhirnya tercapai pula kesepakatan kedua belah pihak tersebut bahwa masalah ini akan dibicarakan nya lebih lanjut oleh para menteri perdagangan kedua negara tersebut terutama. Sebagaimana sudah terketahui, InsyaAllah Menteri Perdagangan dari bangsa Arab Saudi akan tiba di Jakarta untuk kegiatan keesokan harinya pada hari jumat tanggal 12 tahun 1970 (12-06-1970).

Artikel Terkait

Seorang Pelajar yang Ingin Berbagi Ilmu Pengalaman yang diketahui nya kepada seluruh Umat Manusia, dan Semoga Ilmu yang ia bagikan tersebut bermanfaat. Amin


================================================================
~ Jika ingin men Copy Paste harap masuk kan sumber link artikel saya di postingan sobat
~Dilarang Berkomentar link aktif , jika ada yang memasuk kan link aktif maka kami akan Hapus dan kami anggap Spam
~ Komentar lah dengan Bahasa yang Baik dan Relevan dengan sesuai artikel terkait tersebut . Terimakasih
================================================================
EmoticonEmoticon