2/27/2017

Pendekatan Pilkada Kedua, Ahok dan Anies Mengambil Hati Pendukung Agus dan Sylvi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Baca Juga

AA Sciences, Aldi Andreansyah - Pilgub Kedua, Pilkada kedua, Calon Ahok dan Calon Anies Rebutan Pendukung Agus dan Sylfi, Pendekatan Pilgub Kedua, Ahok dan Anies Mengambil Hati Pendukung Agus dan Sylvi.


Pilkada kedua ahok anies ambil hati pendukung agus sylvi
Pendekatan Pilgub Kedua, Ahok dan Anies Rebutan Mengambil Hati Pendukung Agus dan Sylfi - Sebelumnya sudah ada pada pelaksanaan Pilgub pertama yakni di unggulkan oleh pasangan no urut dua (2) yakni Ahok dan Djarot dan pasangan no urut tiga (3) yakni Anies dan Sandiaga, yang dimana KPUD DKI Jakarta sudahnya melaksanakan rekapitulasi proses penghitungan suara tingkat provinsi pada hari Minggu tanggal 26 bulan Februari (2) Tahun 2017 (26-2-2017).

Dari proses penghitungan suara tingkat provinsi tersebut, dipehkirakan Pilkada DKI Jakarta 2017 ini dipastikan akan berlangsung dengan dua tahap putaran yang satu nya sudah pada minggu ² yang lalu, dengan kandidat kandidat Calon Pilkada tertentu yang masih bertarung dengan hasil Quick Count yang sudah diperkirakan lolos pada tahap tersebut yakni Cagub Nomor Urut 2 yakni Basuki Tjahaja (Ahok) Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dan Cagub Nomor urut ketiga yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Sementara itu, yang menjadi perbincangan hangat para netizen yakni mengenai pasangan calon yang tersisih sebelumnya pada putaran pertama yaitu pada Cagub nomor urut satu yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni di prediksikan hasil quick count rata 20% ke bawah hasil dari Pasangan cagub nomor urut pertama ini.

Disamping itu terdapat Empat partai politik pembawa cagub nomor urut satu ini Agus dan Sylvi, yakni seperti partai : Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN, yang dimana terprediksikan akan menjadi senjata incaran hal pertama dalam Cagub kedua ini yakni untuk Cagub pasangan no urut dua yaitu Basuki dan Djarot dan Cagub Nomor urut ketiga yaitu Anies dan Sandi.

Sesaat setelah dipertimbangkan akan adanya sejumlah lembaga survei yang menggelar hasil hitung cepat (Quick Count ) Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 silam, yang dimana upaya ini akan memperebutkan dukungan yang sudah terjadi silam tersebut.

Usaha yang paling nampak dalam memperubutkan hati pendukung terutama hati Agus dan Sylfi yakni dari Cagub Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dengan beberapa kali lobi politik yang membuahkan deklarasi dukungan dari partai politik tingkat kota/kabupaten di DKI Jakarta.

Deklarasi dukungan yang terklarifikasi di antaranya ada nya dari pihak seperti DPC PKB di Jakarta Selatan, DPC PAN di Jakarta Utara, serta sejumlah DPC PPP di Jakarta.

Sikap dari DPC DPC tersebut dalam menyatakan dukungan kepada Cagub nomor urut tiga yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini ditanggapi beragam kontroversi, terutama oleh pihak pengurus partai politik tingkat provinsi tertentu.

DPW PKB DKI Jakarta misalnya, tidak mengakui dukungan DPC dan menegaskan belum ada sikap resmi mengenai arah dukungan tersebut.

Sementara itu, DPW PAN DKI Jakarta berpendapat sah-sah saja mengenai DPC bersikap tersebut dan malah akan jadi bahan pertimbangan sebelum DPW menyatakan sikap resmi mereka.

Wakil Ketua Tim Pemenangan dari pasangan Anies dan Sandi, yakni Mohamad Taufik, sebelumnya menyampaikan, mengenai latar belakang politik dalam rangka meraih dukungan parpol pengusung Agus dan Sylvi dilakukan dari bawah ke atas. Karena ia meyakini adanya strategi seperti ini akan berdampak besar bagi pasangan cagub nomor urut tiga ini anies dan sandiaga sehingga akan berdampak yang terbilang cukup efektif.

Disamping itu Ketua Tim kubu cagub nomor urut tiga tersebut yakni Mohammad Taufik pun berkata.
"Kami sepakat untuk adanya garap (dukungan) di tingkat wilayah dulu, baru selanjutnya nanti diteruskan ke DPP," ucap Moh. Taufik.

Strategi ini berbeda dengan apa yang dilakukan kubu Basuki-Djarot. Menurut Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki dan Djarot, Bestari Barus, pihaknya fokus berkomunikasi dengan pengurus pusat parpol pengusung Agus-Sylvi.

Menurut Bestari, jika DPP sudah bersikap, biasanya pengurus ranting akan mengikuti keputusan pengurus pusat.

Ia pun berkata.
"Setelah nanti diputuskan pimpinan partai, mereka akan ikut. Kami akan menyasarnya ke DPP mereka. Enggak usah terburu-buru, kami sedang lakukan komunikasi juga. Tunggu saja beberapa hari ke depan mungkin sudah terlihat siapa mendukung siapa," ucap Bestari.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sebenarnya suara tingkat (Quick Count) provinsi untuk Pilkada DKI Jakarta silam, untuk pasangan Cagub nomor urut kesatu yakni Agus dan Sylvi memeroleh 17,05 % suara dengan hasil cukup terbilang terendah sedangkan pula untuk nomor urut dua yakni Pasangan Basuki dan Djarot mendapat rekapitulasi tertinggi yakni 42,99 %  suara, sedangkan rekapitulasi yang terkahir pada cagub nomor urut ketiga yakni pasangan Anies dan Sandi meraih suara tersedang yakni 39,95 % suara.

Dengan adanya Dukungan empat parpol pengusung Agus dan Sylvi maka sebagian besar diyakini akan menjadi landasan untuk cagub nomor urut dua (Ahok) dan tiga (Anies) tersebut sehingga dapat pula bisa dijadikan salah satu trik untuk unggulnya pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.

Artikel Terkait

Seorang Pelajar yang Ingin Berbagi Ilmu Pengalaman yang diketahui nya kepada seluruh Umat Manusia, dan Semoga Ilmu yang ia bagikan tersebut bermanfaat. Amin


================================================================
~ Jika ingin men Copy Paste harap masuk kan sumber link artikel saya di postingan sobat
~Dilarang Berkomentar link aktif , jika ada yang memasuk kan link aktif maka kami akan Hapus dan kami anggap Spam
~ Komentar lah dengan Bahasa yang Baik dan Relevan dengan sesuai artikel terkait tersebut . Terimakasih
================================================================
EmoticonEmoticon